Minggu, 09 Agustus 2026

Desa Pujon Kidul: Transformasi Ekonomi Pedesaan Melalui BUMDes Sumber Sejahtera dan Wisata Kreatif


Di tengah hamparan sawah hijau dan udara sejuk pegunungan Malang, tersembunyi sebuah kisah inspiratif tentang bagaimana sebuah desa mampu bangkit dari keterbatasan ekonomi menuju kemandirian finansial. Desa Pujon Kidul, yang terletak di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah berhasil mengubah wajahnya menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi, sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes) hingga miliaran rupiah. Kunci keberhasilan ini tak lain adalah peran strategis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Sejahtera yang visioner dan inovatif.

 

 

Dari Desa Pertanian Biasa Menjadi Magnet Wisata

 

Sebelum tahun 2011, Desa Pujon Kidul adalah desa agraris pada umumnya, dengan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani dan peternak sapi perah. Pendapatan asli desa (PADes) kala itu hanya berkisar antara Rp20-30 juta per tahun, sebuah angka yang jauh dari cukup untuk membiayai kebutuhan pembangunan desa yang mencapai puluhan miliar rupiah. Permasalahan sosial seperti pengangguran juga masih menjadi tantangan serius. Namun, di bawah kepemimpinan Kepala Desa Udi Hartoko yang visioner, desa ini mulai merumuskan strategi baru untuk mengoptimalkan potensi lokalnya.

 

Pada tahun 2015, sebuah langkah monumental diambil dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Sejahtera. Pembentukan BUMDes ini didasari oleh musyawarah desa dan Peraturan Desa Nomor 6 Tahun 2015, dengan tujuan utama menggali potensi desa, meningkatkan roda perekonomian masyarakat, dan membantu program peningkatan ekonomi nasional. Bermodal awal dari dana desa dan kas desa yang relatif kecil, BUMDes Sumber Sejahtera memulai perjalanannya dengan fokus pada pengembangan desa wisata.

 

 

BUMDes Sumber Sejahtera: Motor Penggerak Ekonomi Desa

 

BUMDes Sumber Sejahtera tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga menjadi solusi atas berbagai permasalahan masyarakat. Dengan mengidentifikasi potensi dan masalah, BUMDes ini merancang unit-unit usaha yang terintegrasi dan berkelanjutan. Saat ini, BUMDes Sumber Sejahtera mengelola setidaknya 10 hingga 12 unit usaha yang saling mendukung, menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat di Desa Pujon Kidul.

 

 

Café Sawah: Ikon Pariwisata Beromzet Miliaran

 

Unit usaha paling fenomenal yang dikelola BUMDes Sumber Sejahtera adalah Café Sawah. Destinasi kuliner dan wisata dengan pemandangan areal persawahan yang membentang luas, berlatar bukit dan pegunungan, serta udara sejuk khas dataran tinggi ini, telah menjadi magnet utama bagi ribuan wisatawan. Dengan luas sekitar 7.000 meter persegi, Café Sawah menawarkan pengalaman makan di saung-saung yang didesain menyatu dengan alam, lengkap dengan aktivitas petani di sawah, kolam ikan, dan spot-spot foto menarik.

 

Dampak kehadiran Café Sawah sangat luar biasa. Pada tahun 2017, omzet yang diperoleh BUMDes dari unit usaha ini mencapai Rp5,3 miliar. Bahkan, pada tahun 2021, Café Sawah dilaporkan menghasilkan omzet sekitar Rp4,5 miliar, menyumbang lebih dari 90 persen dari total omzet BUMDes yang mencapai Rp9,5 miliar pada tahun 2020, meskipun sempat terdampak pandemi COVID-19. Rata-rata, Desa Pujon Kidul menerima 3.000 pengunjung saat hari kerja dan melonjak hingga 5.000 pengunjung saat hari libur. Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, potensi alam pedesaan dapat diubah menjadi sumber pendapatan yang fantastis.

 

 

Pengelolaan Air Bersih yang Inovatif

 

Selain pariwisata, BUMDes Sumber Sejahtera juga mengatasi salah satu masalah fundamental masyarakat: ketersediaan air bersih. Pada tahun 2015, pemerintah desa menyalurkan dana sebesar Rp500 juta untuk unit usaha air bersih, yang dialokasikan untuk memasang jaringan pipa air minum sepanjang 15 kilometer dari sumber mata air di Gunung Kawi menuju perkampungan.

 

Pengelolaan air bersih ini dilakukan secara mandiri oleh masyarakat melalui Himpunan Pengelola Air Minum (HIPAM) di bawah naungan BUMDes. Sistem meterisasi diterapkan secara bertahap, yang terbukti mampu meredam konflik alokasi air antarwarga dan memastikan distribusi air yang lebih merata dan adil. Kini, sekitar dua pertiga dari total 2.000-an keluarga di Pujon Kidul telah menjadi pelanggan unit usaha air bersih ini. Dari setiap meter kubik air, Rp100 disumbangkan ke BUMDes sebagai kontribusi Pendapatan Asli Desa (PADes), menunjukkan model bisnis yang berkelanjutan dan bermanfaat langsung bagi desa.

 

 

Homestay dan Wisata Edukasi: Memberdayakan Masyarakat Lokal

 

Pengembangan desa wisata di Pujon Kidul juga melibatkan masyarakat secara langsung melalui unit usaha homestay. Wisatawan memiliki pilihan untuk menginap di rumah-rumah warga yang dikelola sebagai homestay dengan konsep natural dan kembali ke desa tempo dulu, seperti Mahardika Homestay. Konsep "Live In" atau Guest House ini memungkinkan wisatawan untuk berinteraksi lebih dekat dengan kehidupan lokal, ikut memasak makanan tradisional, bercocok tanam, atau bahkan memerah susu sapi bersama pemilik rumah.

 

Selain homestay, Desa Pujon Kidul juga menawarkan beragam wisata edukasi, seperti petik sayur dan buah (agrowisata), belajar memerah susu sapi, pengolahan susu, outbound, camping, hingga belajar membuat biogas. Ada pula pengembangan sentra olahan susu dan pusat oleh-oleh yang menjual produk-produk pertanian dan peternakan lokal, memberikan nilai tambah bagi hasil bumi warga. Semua ini menciptakan peluang usaha baru dan menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat, terutama para pemuda desa.

 

 

Lonjakan PADes yang Drastis dan Omzet Miliaran

 

"Tahun 2011 saat saya baru menjadi Kepala Desa, PADes kita hanya berkisar antara Rp20-30 juta per tahun. Ada peningkatan signifikan ketika kita mulai mengelola dana desa. Kita mendirikan BUMDes, kita manfaatkan potensi, kita gerakkan seluruh masyarakat. Tahun 2017 PADes kita meningkat menjadi Rp162 juta, tahun 2018 Rp 1 Miliar lebih, langsung melonjak drastis.”

 

Pernyataan Kepala Desa Udi Hartoko tersebut menggambarkan betapa dramatisnya perubahan finansial di Desa Pujon Kidul. Dari PADes yang hanya puluhan juta rupiah, BUMDes Sumber Sejahtera berhasil mendongkraknya menjadi lebih dari Rp1,3 miliar pada tahun 2018. Bahkan, pada tahun 2019, target PADes dipatok hingga Rp2,5 miliar. Pada tahun 2020, di tengah pandemi, BUMDes masih mampu menyumbang PADes sebesar Rp1,4 miliar. Di tahun 2021, PADes tercatat naik drastis menjadi Rp1,4 miliar.

 

Secara keseluruhan, omzet BUMDes Sumber Sejahtera menunjukkan angka yang fantastis. Pada tahun 2017, omzet BUMDes tercatat sebesar Rp5,3 miliar. Angka ini terus meningkat, mencapai Rp9,5 miliar pada tahun 2020. Kontribusi BUMDes terhadap pendapatan desa juga sangat signifikan, dengan laporan menyebutkan sumbangan sekitar Rp1,7 miliar setiap tahunnya. Peningkatan PADes dan omzet ini tidak hanya memperkuat kas desa untuk pembangunan infrastruktur, sosial, pendidikan, dan kesehatan, tetapi juga secara langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

 

Dampak Positif dan Pengakuan Nasional

 

Keberhasilan Desa Pujon Kidul dan BUMDes Sumber Sejahtera telah membawa dampak positif yang multidimensional. Salah satu dampak paling nyata adalah penciptaan lapangan kerja. BUMDes ini berhasil merekrut 136 hingga 150 pemuda desa sebagai karyawan, secara signifikan mengurangi angka pengangguran dan menekan laju urbanisasi. Masyarakat yang sebelumnya hanya mengandalkan pertanian dan peternakan, kini memiliki sumber pendapatan tambahan sebagai pelaku usaha wisata.

 

Desa Pujon Kidul juga telah menerima berbagai penghargaan nasional, termasuk dinobatkan sebagai desa inspiratif nasional oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), meraih Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), serta menjadi juara 1 nasional Pokdarwis kategori mandiri pada tahun 2018. Desa ini juga telah menjadi rujukan bagi banyak desa lain di Indonesia yang ingin belajar mengelola aset desa menjadi usaha bersama yang sukses.

 

 

Kunci Keberlanjutan dan Replikasi

 

Beberapa faktor kunci yang menyokong keberlanjutan dan kesuksesan Desa Pujon Kidul meliputi:

 

1.   Kepemimpinan Visioner: Kepala Desa Udi Hartoko berperan besar dalam memetakan potensi dan masalah, serta berani mengambil inisiatif untuk mendirikan BUMDes.

2.   Partisipasi Masyarakat: Konsep "masyarakat sebagai pemilik, pelaku, dan pengelola" memastikan keterlibatan aktif warga dalam setiap tahapan pengembangan.

3.   Inovasi dan Diversifikasi Usaha: BUMDes tidak hanya terpaku pada satu unit usaha, melainkan terus berinovasi dan mengembangkan berbagai sektor, mulai dari pariwisata, air bersih, hingga pengolahan sampah.

4.   Transparansi dan Akuntabilitas: Pengelolaan BUMDes dilakukan secara transparan dan akuntabel, menjauhkan dari konflik kepentingan pribadi, yang membangun kepercayaan masyarakat.

5.   Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM): Adanya kesadaran akan pentingnya pendidikan, bahkan bagi karyawan BUMDes yang didorong untuk kuliah, menunjukkan investasi pada kualitas SDM.

 

Kisah Desa Pujon Kidul memberikan pelajaran berharga bahwa dengan semangat gotong royong, kepemimpinan yang kuat, dan pemanfaatan potensi lokal secara kreatif melalui BUMDes, desa-desa di Indonesia memiliki peluang besar untuk mencapai kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Ini bukan hanya tentang membangun tempat wisata, tetapi membangun jiwa dan ekonomi sebuah desa.

 


 

Kesimpulan

 

Desa Pujon Kidul di Pujon, Malang, adalah contoh nyata bagaimana sebuah desa dapat bertransformasi secara ekonomi melalui pengelolaan BUMDes Sumber Sejahtera yang efektif. Dengan mengandalkan potensi alam dan sumber daya manusia lokal, terutama melalui pengembangan Café Sawah, pengelolaan air bersih, dan homestay, desa ini berhasil meningkatkan PADes secara drastis hingga miliaran rupiah dan menciptakan omzet usaha yang mengesankan. Kesuksesan ini tidak hanya diukur dari angka-angka finansial, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup, penciptaan lapangan kerja, dan pengakuan sebagai desa mandiri yang inspiratif. Pujon Kidul membuktikan bahwa desa memiliki kekuatan luar biasa untuk menjadi motor penggerak ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

 

Spirov Lengking, 62028001042720